PT Kreasi Pandawa Sakti
Entitas utama, fokus aktivasi & brand activation. Menangani klien seperti Sayap Mas Utama (Wings group), PT Amerta Indah Otsuka, Energizer, Eveready, Ichitan, Bital, Nutrifood, dan beberapa vendor produksi.
Proposal Sistem Finance & Operasional
Satu sumber kebenaran untuk PT Kreasi Pandawa Sakti dan PT Sinergi Unggul Barakarsa — menyambung CE, Budget Request, PO, BAST, Invoice, Faktur Pajak, Pembayaran, dan pelacakan carry over dalam satu sistem yang dipakai BOD, Finance, dan Operasional.
01 · Ringkasan Eksekutif
PT Kreasi (Event Organizer, omzet ±Rp 30M/proyek/bulan, 9 orang) menjalankan setiap proyek lewat alur Brief → Quotation → CE → PO → BAST → Invoice → Faktur Pajak → Pembayaran. Setiap dokumen sebenarnya ada — tapi tersebar di Google Sheets, Excel, WhatsApp, Email, e-Faktur DJP/Coretax, Coupa, dan sistem vendor klien. Tidak ada satu pun tempat yang bisa menjawab pertanyaan sederhana seperti "invoice proyek X sudah dikirim atau belum?" tanpa harus chat tiga orang.
Dampaknya terukur: 78,6 % budget request masuk tanpa PO Number, Finance memperkirakan Rp 200–500 juta eksposur dari additional yang tidak masuk PO, ada kasus unearned revenue di klien Energizer (invoice diterbitkan sebelum program selesai), dan BOD harus rutin tanya ke Finance/Ops hanya untuk tahu status sebuah proyek.
Sistem yang diusulkan tidak memaksa satu urutan kaku — proyek tetap boleh mulai dari Quotation, dari Budget Request, atau langsung dari instruksi lisan. Yang sistem lakukan adalah mengikat semua dokumen ke satu proyek, memberi BOD tombol approve CE langsung di aplikasi, dan memunculkan risiko (PO hilang, PO lebih kecil dari CE, advance melebihi CE, invoice telat) sebelum jadi masalah.
Hasil yang diharapkan: Finance tidak lagi jadi help-desk WhatsApp, Operasional bisa pantau invoice/pencairan sendiri, BOD dapat laporan mingguan yang konsisten — dan additional yang dulu hilang, sekarang muncul sebagai uncovered receivable yang bisa ditagihkan.
02 · Konteks Perusahaan
Entitas utama, fokus aktivasi & brand activation. Menangani klien seperti Sayap Mas Utama (Wings group), PT Amerta Indah Otsuka, Energizer, Eveready, Ichitan, Bital, Nutrifood, dan beberapa vendor produksi.
Entitas holding sister. Sebagian Ops/Finance bekerja lintas kedua PT. Pelaporan keuangan diminta BOD terpisah total per PT, dengan opsi konsolidasi hanya untuk pengguna yang punya akses keduanya.
BOD 2 orang · Finance 2 orang (AR & Accounting+Tax) · Operasional 5 orang yang masing-masing memegang portofolio klien berbeda. Beberapa PIC memang lintas PT — sistem harus mengakomodasi akses berbeda per PT.
03 · Suara dari Lapangan
Kutipan diambil dari wawancara Mei 2026 di tiga role. Atribusi sengaja dijaga anonim per peran agar fokus pada substansinya.
"Komunikasi antar divisi masih banyak misscom. Saya butuh tracking proyek dari permintaan biaya sampai invoicing, tidak harus tanya Finance dulu."
Tools sekarang: Email, laporan manual, tanya langsung.
"Belum ada sistem yang paten, sering miss. Finance tidak punya kekuatan untuk menerapkan aturan yang jelas. Saya berharap Direksi tegas menegakkan sistem baru ini."
Tools sekarang: Google Sheets · Excel · WhatsApp · Email · e-Faktur DJP · Coretax · Coupa · AppSheet · sistem vendor klien (Otsuka).
"Saya tidak bisa lihat status invoice proyek saya sendiri — harus tanya Finance. Untuk Sayap Mas pakai Coupa, untuk Energizer cukup quotation tanpa PO, untuk Ichitan revisi quotation bisa 7–9 kali."
0 atau nama klien.Tools sekarang: Microsoft Word (BAST) · WhatsApp · Email · Coupa (Sayap Mas) · sistem vendor (Otsuka) · catatan manual.
04 · Bukti dari Data
Dua spreadsheet sandbox internal sudah dianalisis: Budget Request (1.249 baris) dan Budget Forecast (3 tab: Kreasi · Kreasi periode lalu · Sinergi).
Dari 1.249 pengajuan budget request lewat Google Form, hanya 21,4 % yang
mencantumkan nomor PO valid. Sisanya diisi 0, nama klien, atau dibiarkan
kosong karena PO belum terbit saat program harus mulai.
| PIC | Jumlah Request |
|---|---|
| Albi (Nutrifood) | 371 |
| Joan (Ichitan / Energizer) | 288 |
| Santi (Sayap Mas) | 225 |
| Rinaldi (Finance AR) | 166 |
| Ipo (Sayap Mas / Otsuka) | 146 |
| "Anda" (vendor marketing) | 49 |
Daftar PIC stabil — sistem cukup memodelkan portofolio per PIC tanpa harus terus-menerus reassign.
Lima+ variasi penulisan status untuk hal yang sama. Bukti perlu enum di sistem baru. Migrasi data lama harus melalui pembersihan otomatis (trim, lowercase, mapping).
| Klien | Karakter | PO? |
|---|---|---|
| Sayap Mas Utama (Wings) | Coupa, volume tinggi | Coupa |
| Amerta Indah Otsuka | Sistem vendor sendiri | Vendor portal |
| Energizer / Eveready | Reguler, bayar di muka | Tidak perlu |
| Ichitan | Revisi quotation 7–9× | Email PDF |
| Nutrifood | Coupa sebagian, WA sebagian | Coupa / WA |
| Bital | — | — |
| PT Agata Promar (vendor) | Kasus penyalahgunaan dana, somasi | — |
05 · Flow Operasional Final
CE Draft adalah tahap pertama setelah project dibuat — nomor manual dari Pak Prima dicatat di sistem, lalu Quotation menyitir nomor itu. Setelah klien approve quotation, CE Draft dilengkapi dan dikirim ke BOD. Urutan lain tetap fleksibel, tapi rekonsiliasinya ketat.
flowchart LR A[Project / Program
PT + Klien + Brand + PIC] --> C0[CE Draft
nomor manual Pak Prima
shell minimal] C0 --> B[Quotation
mencantumkan CE Draft #] B --> CA{Klien Approve
Quotation?} CA -->|Revisi| B CA -->|Approved| C[CE Submit ke BOD
lengkapi cost + margin] C --> CB{BOD Approve?} CB -->|Reject| C CB -->|Approve v1| C2[CE v1 Approved] C2 -.->|PO belum terbit| C3[CE v2 / v3
versioning loop] C3 -.->|masih menunggu| C3 C2 ==>|PO terbit| L[CE Locked
terkunci] C3 ==>|PO terbit| L L --> D[Budget Request
tracked vs CE] L --> E[PO Capture
Coupa · PDF · WA · fisik] L -.->|scope tambah| C4[CE Baru
parent_ce_id → kembali ke Draft] C4 -.-> C0 E --> F{PO vs CE} F -->|Matched| G[Siap Tagih] F -->|PO under CE| H[Uncovered Receivable] F -->|Missing| I[Risiko PO Hilang] F -->|No PO diizinkan| J[Basis Quotation Approved] G --> K{BAST diperlukan?} J --> K K -->|Ya| L2[BAST Signed] K -->|Tidak| M[Invoice Series
Inv 1 of N, 2 of N, ...] L2 --> M M --> N[Faktur Pajak
per invoice] N --> O[Pembayaran / AR
per invoice] O --> P[Carry Over · Unearned · Close]
| # | Tahap | Pemilik | Input | Output | Aturan utama |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Project / Program | Ops PIC | PT, Klien, Brand, Program, Timeline | Project ID, status awal | Wajib pilih PT & PIC; flag BAST & metode PO klien |
| 2 | CE Draft Capture | Ops PIC · Pak Prima (nomor) | Project + nomor CE dari Pak Prima | CE Draft (shell minimal · nomor + project + klien + PIC) | Ops minta nomor CE ke Pak Prima sebelum Quotation; CE Draft langsung tercatat di sistem dengan status Draft (cost & margin diisi nanti) |
| 3 | Quotation | Ops PIC | Item, harga, agency fee, CE Draft # | Quotation approved klien | Boleh multi-revisi; wajib mencantumkan nomor CE Draft yang sudah ada |
| 4 | CE Submit & Approval | BOD | CE Draft yang sudah dilengkapi (cost, margin) | CE Approved (versi aktif v1/v2/v3), history terjaga | Setelah klien approve Quotation: Ops lengkapi CE Draft, submit ke BOD, approve in-app. Versioning selama PO belum terbit; CE baru per siklus PO untuk scope tambahan (kembali ke Draft → Submit → Approved) |
| 5 | Budget Request | Ops PIC | CE Draft / Approved, jumlah, tujuan | Status pencairan | Boleh tanpa PO (di-flag); aggregate vs CE limit; alert kalau mendekati/melampaui. Bisa muncul kapan saja setelah CE Draft ada. |
| 6 | PO Capture | Ops PIC | Coupa / PDF / WA / fisik | PO record + status validasi | Finance bandingkan PO vs CE; under → uncovered, over → review |
| 7 | BAST | Ops PIC (opsional) | Word / template + TTD fisik | BAST signed (scan) | Tidak wajib semua klien; flag BAST required ada di master klien |
| 8 | Invoice | Finance | CE + (BAST atau quotation) + PO | Invoice (atau seri: Inv 1 dari N, 2 dari N, …) + due date | 1 invoice bisa link ke banyak CE; split billing per project; setiap invoice punya Faktur Pajak & status pembayaran sendiri; total seri ≤ nilai PO |
| 9 | Faktur Pajak | Finance | Invoice | NSFP + status di e-Faktur/Coretax | Dibuat bersamaan invoice; status pending/sent/revised/cancelled |
| 10 | Pembayaran | Finance | Bukti transfer / RK | Status AR: Unpaid → Paid / Overdue | Partial payment didukung; overdue otomatis berdasarkan TOP |
| 11 | Carry over & Eksposur | Finance + Ops | Saldo PO sisa, advance lama, additional tak ter-PO | 3 ledger: Carry Over · Unearned Revenue · Uncovered Receivable | Dipisah agar Finance tahu mana yang harus dikembalikan, dikompensasi, atau ditagih ulang |
06 · Modul MVP
PT, klien, brand, program, PIC, timeline, metode PO klien, flag BAST, flag billing exception.
Item, harga, agency fee, multi-revisi · wajib mencantumkan nomor CE Draft yang sudah dialokasikan Pak Prima · status Draft → Sent → Revised → Approved → Cancelled.
CE Draft dibuat sejak Pak Prima alokasikan nomor (shell minimal: nomor + project + klien + PIC) · dilengkapi (cost, margin) lalu submit ke BOD setelah Quotation approved klien · approval BOD di aplikasi · versioning (v1/v2/v3) selama menunggu PO · CE baru per siklus PO untuk scope tambahan · history revisi terjaga.
Pencairan kas terhadap CE, aggregate vs limit, warning bila mendekati/melampaui CE, flag PO availability.
Capture PO dari multi-sumber (Coupa, PDF, WA, fisik, client-side), bandingkan vs CE, status Matched / Under / Over / Missing / Needs Review / Not Required.
Opsional per klien, draft → printed → signed → submitted. Tidak memblok klien tanpa BAST.
Bisa link ke banyak CE & BAST · mendukung split billing (Invoice ke-1, 2, … dari N) · setiap invoice punya Faktur Pajak & status pembayaran sendiri · nilai mengikuti PO atau quotation approved · total seri ≤ nilai PO.
Terhubung ke invoice, tracking NSFP, status pending/created/sent/revised/cancelled, sumber e-Faktur DJP atau Coretax.
Partial payment, bank account, referensi, status Unpaid → Partial → Paid / Overdue.
Filter PT, klien, proyek, PIC, aging. Highlight invoice due soon dan overdue dengan PIC bertanggung jawab.
Buka semua PO yang Missing/Under/Over, hitung uncovered amount, eskalasi ke Finance & BOD.
Tiga ledger terpisah: dana sisa klien, invoice/bayar sebelum kerja selesai, dan kerja di luar PO.
07 · Skenario yang Didukung
Enam skenario nyata dari portofolio klien aktif. Semua harus jalan tanpa workaround.
Situasi: Volume tinggi (Wings group), PIC Santi/Ipo. Program sering jalan sebelum PO Coupa terbit karena user klien belum upload.
Penanganan: Project dibuat & Budget Request bisa diajukan dengan flag PO Pending. PO Coupa (format 10 digit, mis. 4570018319) ketika masuk langsung divalidasi Finance vs CE. Status Matched = siap tagih.
Situasi: Klien punya portal vendor sendiri. Invoice harus diunggah ke sana, di luar Coupa.
Penanganan: Sumber PO ditandai client-side. Sistem tetap menyimpan PO ID & referensi, tapi tidak mengharapkan PDF resmi — Ops PIC menuliskan nomor & nilai PO yang diterima dari portal klien sebagai bukti.
Situasi: Klien special case. Bayar di depan, billing cukup dari Quotation Approved. Sering ada unearned revenue karena pembayaran masuk sebelum program selesai.
Penanganan: Master klien diflag PO Not Required. Invoice memakai Quotation Approved sebagai basis. Pembayaran yang masuk sebelum penyelesaian program ditandai Unearned Revenue di ledger tersendiri sampai program selesai.
Situasi: CE Rp 358 jt, PO yang terbit Rp 320 jt. Selisih Rp 38 jt biasanya hilang sebagai additional tak masuk PO.
Penanganan: Status PO = Under CE. Invoice ikut nilai PO. Selisih otomatis masuk Uncovered Receivable Tracker untuk ditagih ulang lewat quotation berikutnya atau ditulis-off resmi.
Situasi: Klien meminta revisi quotation berulang sebelum deal. Riwayat revisi sering hilang.
Penanganan: Quotation menyimpan setiap revisi sebagai versi, dengan timestamp & pengubah. Hanya versi Approved yang bisa dijadikan basis CE — versi sebelumnya tetap bisa dirujuk untuk audit.
Situasi: Beberapa klien (mis. portofolio Joan: Bital, Eveready) tidak pakai BAST sama sekali.
Penanganan: Master klien diflag BAST Not Required. Workflow invoice langsung skip ke pembuatan invoice + Faktur Pajak tanpa menunggu BAST. Tidak ada cara untuk "salah blok" alur ini.
Situasi: CE Rp 380 jt dibuat. Klien lama keluarkan PO; sambil menunggu, tim mengubah scope & harga. PO akhirnya masuk di hari ke-21.
Penanganan: Sistem menyimpan v1 (Rp 380 jt). Saat scope berubah, dibuat v2 (Rp 410 jt) — v1 menjadi Superseded tapi tetap tersimpan untuk audit. Saat PO masuk, v2 menjadi Locked. Tidak ada lagi versi baru — perubahan berikutnya harus pakai CE baru. Nomor CE seluruhnya tetap dari Pak Prima.
Situasi: Project event Rp 1,8 M dengan 3 milestone (Phase 1, 2, 3). Klien meminta penagihan terbagi per phase.
Penanganan: Satu seri tagihan dibuat: Inv 1 dari 3 (Rp 600 jt, setelah Phase 1), Inv 2 dari 3 (Rp 700 jt, setelah Phase 2), Inv 3 dari 3 (Rp 500 jt, final). Setiap invoice punya Faktur Pajak sendiri dan dilacak independen di AR. Sistem memastikan total seri ≤ nilai PO. Finance melihat "AR by Series" untuk memantau apakah semua tranche sudah dibayar.
Situasi: Brief Sayap Mas masuk hari Senin. Marketing/Ops harus segera menyusun Quotation dengan nomor CE yang valid (bukan placeholder).
Penanganan: Hari 1 · Ops minta nomor CE ke Pak Prima → CE-PRIMA-2026-019 dialokasikan. Ops langsung catat di sistem sebagai CE Draft (shell: nomor + project + klien Sayap Mas + PIC Santi). Hari 2 · Ops susun Quotation v1 dengan mencantumkan nomor CE-PRIMA-2026-019 di header. Quotation dikirim klien. Hari 5 · Klien approve Quotation. Hari 6 · Ops lengkapi CE Draft (cost components Rp 880 jt, expected margin 12%) → submit ke BOD. Hari 7 · BOD klik Approve di aplikasi. CE jadi v1 Approved, siap untuk Budget Request & menunggu PO.
08 · Peran & Akses
| Aksi / Modul | BOD | Finance | Ops PIC | Admin |
|---|---|---|---|---|
| Buat / ubah Project, Quotation, Budget Request, BAST | — | — | ✓ | ✓ |
| Approve / reject CE | ✓ | — | — | — |
| Validasi PO vs CE | — | ✓ | — | — |
| Buat Invoice & Faktur Pajak | — | ✓ | — | — |
| Catat pembayaran | — | ✓ | — | — |
| Lihat status proyek sendiri (CE, PO, advance, invoice, payment) | — | — | ✓ | — |
| Lihat semua proyek lintas PIC (per PT yang di-grant) | ✓ | ✓ | — | ✓ |
| Dashboard mingguan BOD (cashflow, P&L, forecast, overdue) | ✓ | baca | — | — |
| Kelola user, role, PT access, threshold alert, master data | — | — | — | ✓ |
| Tandai klien PO Not Required / BAST Not Required | — | — | — | ✓ (atas approval BOD) |
09 · Dashboard per Role
10 · Sistem Alert
Threshold (mis. 80 % vs 90 % CE, 3 vs 7 hari due soon) dikonfigurasi di Master Data oleh Admin dan bisa dibedakan per PT.
11 · Pemisahan PT
BOD eksplisit minta laporan keuangan PT Kreasi dan PT Sinergi terpisah total per PT. Beberapa pengguna (mis. Direktur, Finance) memang punya akses keduanya — tapi laporan default tetap dipisah.
Sistem menyimpan tenant key di setiap entitas (project, CE, PO, invoice, payment). Pengguna multi-PT bisa beralih konteks lewat filter di topbar. Laporan konsolidasi hanya muncul untuk pengguna yang punya hak akses kedua PT.
12 · Roadmap 4 Fase
Project Master, Role & PT access, CE Approval (BOD in-app), Budget Request, PO Capture & Validation.
BAST opsional, Invoice (link CE & BAST), Faktur Pajak, Pembayaran, AR & Overdue Tracker.
Carry Over, Unearned Revenue, Uncovered Receivable, Missing PO Tracker, Old Cash-out, semua Alert.
Dashboard BOD mingguan, laporan PT-terpisah, P&L forecast vs actual, export Excel/PDF, migrasi data, UAT, dokumentasi KKP. Plus Ops Mobile Shell: UX mobile-first untuk team Ops (tap target ≥ 44 px, form single-column, foto PO langsung dari HP, sticky bottom nav).
13 · Definisi Selesai
v2, v3 selama PO belum terbit; versi sebelumnya menjadi Superseded namun tetap auditable.parent_ce_id ke CE sebelumnya.14 · Keputusan yang Diperlukan
Dikelompokkan ke 7 area. Tiap pertanyaan punya pemilik keputusan yang disarankan. Pertanyaan Arsitektur Sistem (18 dari 38) bersifat blocking — harus dijawab sebelum coding mulai. Sisanya (20 Strategis) boleh di-default-kan di sistem dan di-tune lewat config setelah live.
v2, v3) selama menunggu PO — apakah perlu approval BOD tiap versi, atau cukup approval di versi terakhir saat PO masuk?0, nama-klien-sebagai-CE)?